Pernyataan Keras Fauzi Baadilla untuk Dina Sulaeman, Soal Tudingan Donasi dari Indonesia Dialirkan untuk Teroris di Suriah


AKTOR Fauzi Baadilla mengeluarkan statement keras untuk Pakar Geopolitik Timur Tengah, Dina Sulaeman, yang menyebut donasi dari Indonesia untuk membantu korban perang di Suriah dialirkan ke teroris.

Fauzi yang selama ini bergabung ke lembaga kemanusiaan dan bahkan terjun langsung ke Suriah jelas membantah hal tersebut. Lewat video yang diunggahnya di akun Instagram-nya, Selasa (30/3/2021), dia membalas tudingan itu dengan tegas.

Diapun secara jelas menyebut Dina sebagai tokoh Syiah. Ya, Dina selama ini dicap sebagai penganut Syiah di Indonesia.

Fauzi menyebutkan setiap sumbangan yang salah satunya dijalankan Fauzi dkk sangat diawasi ketat pemerintahan Turki. “Untuk menanggapi pernyataan tokoh Syiah Dina Sulaeman. Jadi gini, tiap bantuan yang masuk pada korban perang di Suriah itu semua harus melalui birokrasi, screening, dicek, dipantau dikawal sama organisasi kemanusiaan di Tukri juga diawasi ketat oleh pemerintahan Turki,” ujarnya.

Ditegaskannya, statement Dina itu sama saja dengan menyebut pemerintah Turki pro terorisme. “Jadi kalau Anda menuduh bahwa (donasi) itu dialirkan kepada pihak teroris, secara tidak langsung Anda menuduh pemerintahan Turki mendukung terorisme, sebelum Anda berbicara mending anda konsultasi dulu sama kedutaan Turki yang di Indonesia. Sebal kan?,” tandasnya.

Fauzi menyebutkan apa yang disampaikannya adalah pendapat pribadi sebagai Duta Kemanusiaan. “Pernyataan pribadi saya dalam kapasitas saya sebagai Duta Kemanusiaan yang pernah membersamai & mengantar bantuan-bantuan dari Masyarakat Indonesia untuk siapapun saudara-sauadra kita baik di dalam maupun di Luar Negeri yang sedang terdampak bencana atas tudingan men support terrorisme,” jelasnya.

Pemutar Video
00:00
00:53

Sekadar mengingatkan, kemarin, Senin (29/3/2021), Dina Sulaeman mengutarakan tuduhannya di Podcast Deddy Corbuzier. “Yang mengumpulkan dana terorisnya, yang menggalang dana tentu lembaga donasi ya. Dan mereka tidak mengatakan itu untuk teroris. Tapi rekam jejaknya, foto-foto yang beredar, video yang beredar itu bisa kita deteksi bahwa sumbangan dari kita bangsa Indonesia ini jatuh ke tangan teroris. Ada videonya tersebar,” ungkapnya.

Dia mencontohkan saat 2016 ketika Aleppo, salah satu kota besar di Suriah berhasil diambil alih pemerintah dari tangan teroris. Misalnya Aleppo 2016 itu selama 4 tahun dikuasi oleh teroris, memang bukan ISIS tapi sama saja, jangan bingung soal nama, lihat ada ideologinya sama. Mereka mengakui jihad. Kemudian 2016 berhasil dikuasai pemerintah dibantu Rusia. Kemudian daerah-daerah yang tadinya dikuasi teroris akhirnya bisa didatangi wartawan,” tuturnya.

Salah satu media yang ke sana disebutnya Euro News. Jurnalis itu datang ke salah satu bekas sekolah yang selama ini digunakan teroris sebagai gudang penyimpanan makanan. “Rakyat Aleppo yang kelaparan selama ini kemudian menyerbu gudang makanan itu, antara dus (makanan simpana teroris itu) yang dibawa tertulis Indonesia. Salah diantaranya, dan itu jelas (bacaanya Indonesia),” ungkapnya.

Dina menyebut itu hanya salah satu contoh, ada lagi lanjutnya tim misi medis ke Suriah, yang menyalurkan donasi lalu difoto dan penerima donasinya harus diabadikan dengan memegang bendera atau simbol kelompok teroris.

Apa yang diutarakan Dina sejatinya telah memantik reaksi di kolom YouTube Deddy sejak kemarin. Hingga akhirnya Fauzi benar-benar terusik dan angkat bicara hari ini.

Fauzi sendiri sempat berbagi di akun Instagram-nya beberapa waktu lalu, bahwa sejak dirinya terjun menjadi duta kemanusiaan untuk korban-korban perang di Suriah, ada yang membloknya untuk tidak masuk ke layar kaca lagi. Namun, Fauzi tampak cuek dan tetap berkarya. Salah satunya, dia juga berakting di film tentang anak korban perang Timur Tengah berjudul ‘Hayya’.

Film Hayya sendiri mendapatkan penghargaan ‘Excellence Award dari Sinematek Indonesia. Hal itu juga diunggahn Fauzi di akunnya, hari ini.

“@hayyathemovie2 alhamdulillah, hadza min fadhli rabbi, Film Hayya 1 mendapat penghargaan !! Excellence Award dari Sinematek Indonesia. Film Hayya 2 akan segera release setelah kondisi pulih. Bismillahirrahmanirrahiem. (Film @hayyathemovie2 menceritakan tentang anak korban perang timur Tengah dan berusaha bertahan hidup melewati kondisi2 sulit),” tulisnya pada caption foto dirinya menerima penghargaan tersebut. (nin/pojoksatu.id)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Iklan Bawah Artikel

Iklan Tengah Artikel 1