Mantan Anjing Penjaga SBY Disemprot Anak Buah AHY: Gak Laku ya di Partai yang Sekarang?


JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyemprot politisi PDIP Rutuhu Sitompul.

Itu setelah Ruhut bercuit menyindir Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sosok yang pernah memproklamirkan diri sebagai anjing penjaga SBY itu juga menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Yudhoyono (AHY) bau kencur.

“Pak SBY dipodcast ibarat menepuk air didulang terpercik muka sendiri,” cuit Ruhut Jumat (19/3) kemarin.

“Itulah yang dilakukan kader-kader Demokrat sekarang dan Ketumnya AHY masih bau kencur,” sambungnya.

“Suka memfitnah pembunuhan karakter berita bohong tipu muslihat lahirlah KLB Sibolangit Ketum PD Pak Moeldoko dan Sekjen Jhoni Allen Marbun,” tutupnya.

Cuitan itu lantas dibalas Herzaky yang balik menyindir Ruhut.

“Kader partai lain senangnya membahas @PDemokrat. Nggak laku, ya, di partai yang sekarang?” sindir Herzaky Sabtu (20/3).

Herzaky menilai, Ruhut yang kini sudah menjadi kader partai lain, tidak semestinya mengurusi urusan internal Partai Demokrat.

“Mantan kader sebaiknya fokus mengurus partainya saat ini. Kecuali kalau memang tidak dianggap di partainya sendiri, sehingga perlu cari kesibukan mengurus partai lain,” kata Herzaky dikutip RMOL (jaringan PojokSatu.id), Minggu (21/3/2021).

Karena itu, anak buah AHY ini menilai tindakan Ruhut itu sangat tidak etis karena mencampuri urusan rumah tangga orang lain.

Menurutnya, AHY sudah berhasil membawa Demokrat sehingga banyak pihak yang khawatir akan hal tersebut dengan melakukan berbagai upaya menjatuhkan AHY.

Saat ini, sambungnya, masyarakat semakin banyak yang memberikan apresiasi atas kerja nyata Partai Demokrat dan AHY. Khususnya dalam kerja nyata kebencanaan.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar para politisi memberikan teladan yang baik bagi masyarakat. Bukan malah menyebar fitnah keji.

“Jangan malah memberikan contoh buruk dengan menyebar fitnah dan kabar bohong seakan-akan itu hal biasa. Bagaimanapun, komunikasi politisi di ruang publik, bakal menjadi rujukan bagi konstituennya,” ucapnya.

“Apalagi, untuk politisi senior seperti Ruhut, seharusnya lebih bisa menjaga diri, ucapan, sikap, dan tindakannya. Ada standar etika, moral, kepatutan, dan aturan yg harus diikuti,” tandasnya. pojoksatu.id

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Iklan Bawah Artikel

Iklan Tengah Artikel 1