Kisah Hijrahnya Seorang Hercules, Ketua Umum GRIB

 


Publik mengenal Hercules sebagai preman dan penguasa jakarta, tapi banyak yang tidak mengetahui Hercules memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Ia merupakan penerima penghargaan bintang seroja dari pemerintah saat bergerilya di Timor Timur.

Pria pemberani yang bernama lengkap Hercules Rozario Marshal, sepak terjangnya ketika memulai kehidupan keras di Jakarta sekitar rahun 1987.

Beredar soal mitos yang menyebut dirinya kebal peluru. Beberepa kali tertembak peluru dan senjata tajam, ia selalu selamat.

"Saya ini dilindungi Allah, karena doa mohon keselamatan dan banyak bersedakah dan beramal", ungkap Hercules di hadapan kader GRIB, dikutip dari video unggahan channel Youtube Gelora News bertajuk 'Hijrahnya Seorang Hercules, Ketua Umum GRIB'.

Menurut pengakuan Hercules pada media detikcom, awalnya ia masuk di Hankam Seroja penyandang cacat saat dirinya mendapatkan luka di bagian tangan dalam Operasi Seroja dan mendapatkan pelatihan keterampilan di sana.

Hercules beberapa kali berurusan dengan kepolisian. Meski pernah dipenjara beberapa waktu, Hercules mengatakan dirinya belum pernah melakukan tindakan kriminal yang dituduhkan.

"Saya tidak pernah ditahan karena membunuh orang, memeras orang. Nama saya di kepolisian masih bersih. Mudah-mudahan tidak ada," ucapnya.

Dalam kasus premanisme, lanjut Hercules, preman berasal dari kata free-man yang berarti orang bebas. Banyaknya preman yang muncul dikarenakan masalah pendidikan dan tidak dimilikinya keterampilan untuk berkembang. Namun jika preman itu melakukan tindakan kekerasan maka adalah tanggung jawab kepolisian untuk menindaknya.

Sejak tahun 2006 lalu, Hercules memutuskan memulai pertobatannya. Kini Hercules mengaku memasuki dunia bisnis seperti kapal, dan perikanan. "Manusia hidup sementara. Mati akan dipanggil satu-satu, tinggal menunggu kematian. Sekarang, saya sadar, saya bertobat, masuk dunia bisnis dan membantu manusia yang membutuhkan," kata Hercules 

Hercules kemudian mendirikan ormas GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Baru) yang kini menjadi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu. Dengan ormas ini ia berharap ikut serta menularkan semangat persatuan masyarakat Indonesia yang majemuk, juga terlibat dalam aksi kemanusiaan membantu masyarakat yang dilanda musibah dan kesulitan. Kini kader GRIB yang dipimpinnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Setiap bulan secara rutin Hercules mengadakan santunan anak yatim dan pengajian di rumahnya. Di sisa hidupnya beliau bertekad membuat dan menabur kebaikan bagi banyak orang.

Simak orasi Hercules di hadapan internal kader GRIB menceritakan kisahnya, mulai menit 04:30, source : gelora 


(*

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Iklan Bawah Artikel

Iklan Tengah Artikel 1