site-verification: cb27704ba2fe02d4d8d642afd74708ea Soal pasar dinar-dirham, Tengku Zulkarnaen : Kartu tol juga bukan alat tukar yang sah

Soal pasar dinar-dirham, Tengku Zulkarnaen : Kartu tol juga bukan alat tukar yang sah

 


Pasar Muamalah di Depok yang bertransaksi menggunakan mata uang dinar dan dirham membuat geger publik beberapa waktu belakangan. Sejumlah pihak angkat bicara terkait masalah tersebut, termasuk Tengku Zulkarnain.

Dalam sebuah cuitan, Tengku Zul menyolek Bank Indonesia saat ia ikut komentar soal Pasar Muamalah. Dalam tulisannya, mantan Wasekjen MUI itu menyandingkan transaksi menggunakan dinar dan dirham dengan penggunaan kartu tol hingga kartu parkir.

“Kepada yang terhormat @bank_indonesia, jika dinar dan dirham bukan alat tukar, apakah kartu tol, kartu parkir dll. itu alat tukar? Kan juga bukan alat tukar yang sah,” tulis Tengku Zul dikutip dari akun Twitter miliknya, Rabu 3 Februari 2021.

Pasar Muamalah di Depok yang bertransaksi pakai dinar dan dirham. Foto: YouTube Arsip Nusantara

Lebih lanjut, Tengku Zul juga menyebut bahwa dalam prinsip muamalah, jual beli bisa dinyatakan sah dengan sistem barter. Di akhir kicauannya, ia kemudian meminta Bank Indonesia memberikan jalan keluar terkait persoalan tersebut.

“Dalam prinsip muamalat, jual beli bisa sah dengan sistem barter, tukar barang, atau tukar dengan emas perak yang dilakukan. Beri jalan keluar,” tukasnya.

Pendiri Pasar Muamalah ditangkap

Pasar Muamalah yang melakukan transaksi dengan mata uang dinar dan dirham di Depok sempat membuat heboh publik beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, Bareskrim Polri pun menangkap sang pendiri Pasar Muamalah, Zaim Saidi.

“Penyidik menangkap pelaku inisial ZS yang perannya sebagai penyedia lapak Pasar Muamalah,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan disitat Antara.

Transaksi dinar dirham di pasar muamalah Depok Jawa Barat
Transaksi dengan dinar dan dirham di Pasar Muamalah, Depok, Jawa Barat. Foto: Instagram @amirzaimsaidi

Menurut polisi, ZS ditangkap di kediamannya di Depok, Jawa Barat pada Selasa 2 Februari malam. ZS sendiri berperan sebagai inisiator, penyedia lapak Pasar Muamalah sekaligus pengelola.

“Tersangka juga sebagai tempat menukarkan rupiah menjadi dinar dan dirham yang dipakai sebagai mata uang dalam perdagangan di Pasar Muamalah,” sambungnya.

ZS menjadi tersangka dan disangkakan dengan Pasal 9 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana dan Pasal 33 UU No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama