Penjelasan '19 Terduga Ter*ris Anggota FP Ditepis' Eks Sekretaris


19 Orang terduga teroris dicokok Densus 88 Antiteror di Makassar. Mereka semua dinyatakan polisi sebagai anggota FPI, kelompok yang kini sudah dilarang pemerintah. Kini pihak eks FPI menepis keanggotaan 19 orang itu.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris di Makassar pada 6 Januari lalu. Selanjutnya, polisi menyatakan 19 orang yang ditangkap adalah anggota FPI.

"Iya, hasil pemeriksaan Densus itu mereka memang anggota FPI Makassar. Tapi tidak semua (terduga teroris yang ditangkap adalah anggota FPI)," kata Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam kepada detikcom, Kamis (4/2) lalu.

19 Orang itu terdiri dari 16 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Mereka semua disebut polisi berbaiat kepada ISIS pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi.

"Jadi mereka berbaiat ISIS pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi di tahun 2015," kata Merdisyam.

Pembaiatan disebut polisi digelar di Limboto, dihadiri sejumlah pimpinan FPI, termasuk Munarman.

Video berdurasi 5 menit 39 detik muncul. Dalam video, seorang pria berama Anzhar menyampaikan keterangan. Dia adalah simpatisan FPI sejak 2013 yang berbaiat ke ISIS pada 2015.

"Saya termasuk simpatisan bukan anggota," kata dia dalam video, diakses 7 Februari.

Selain Anzhar, pemuda bernama Muhammad Fikri berbicara pernah dibaiat. Lokasinya masih di Makassar dan dia ditangkap pada 26 Januari 2021 kemarin.

Aziz Yanuar selaku pengacara FPI, kelompok yang kini bubar itu, membantah keras pernyataan pemuda yang mengaku pernah berbaiat ke komplotan Al Baghdadi. Saat itu, FPI menyatakan Anzhar tidak pernah terdaftar sebagai anggota Laskar Front Pembela Islam Makassar maupun yang lainnya. Soal kehadiran munarman, dia hadir sebagai narasumber yang datang karena diundang tanpa terkait isu ISIS.

Yang terbaru, ada eks Sekretaris FPI, Agus Salim, tampil menepis isu 19 terduga teroris adalah anggota FPI.

"Jadi perlu saya tegaskan kembali bahwa ke-19 orang itu tidak ada kaitannya dengan FPI, itu hanya pengakuan saja, yang jelas tidak ada satupun di antara mereka yang sebagai anggota FPI," kata eks Sekretaris FPI, Agus Salim, saat dimintai konfirmasi, Senin (8/1).

Agus mengatakan seorang yang menjadi FPI harus memiliki kartu tanda anggota. Dia menyangsikan 19 orang terduga FPI memilikinya. Apalagi untuk menjadi anggota FPI saat itu harus menyelesaikan beberapa persyaratan, termasuk 12 kali taklim dan evaluasi, serta 5 kali kegiatan hisbah.

"Anggota FPI itu punya kartu identitas Front, coba ditanyakan ke mereka KTA Front-nya mereka ada tidak? Itu dikeluarkan oleh DPC seperti itu," sebutnya.(dtk)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama