Moeldoko Sebut Didatangi Orang Diduga Demokrat Di Rumahnya, Rachland: Jangan Bohong!

 


Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko disebut-sebut menjadi salah satu aktor upaya kudeta Agus Harimurti Yudhoyono dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

AHY sebelumnya menyampaikan, bahwa ada upaya paksa pengambilalihan ketua umum Partai Demokrat yang dilakukan gabungan lima orang.

Yaitu, satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah diberhentikan tidak hormat karena korupsi pada 9 tahun lalu, satu mantan kader yang keluar 3 tahun lalu, dan satu nonkader partai yang juga seorang pejabat tinggi pemerintah.

Tidak tegas membantah, Moeldoko justru mengakui telah didatangi sejumlah orang yang diduga dari unsur Demokrat di kediamannya. Sebab ia mengaku selalu membuka pintu kepada siapa pun yang hendak bertemu dengannya.

Dikatakan Moeldoko, mereka datang berbondong-bondong secara bergelombang dan ia terima di rumahnya.

"Konteksnya apa saya juga enggak ngerti. Dari ngobrol-ngobrol itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya memang suka pertanian. Berikutnya curhat tentang situasi yang dihadapi, ya gue dengerin aja, gitu. Berikutnya ya udah dengerin aja," kata Moeldoko saat menggelar konferensi pers secara virtual, Senin malam (1/2).

"Saya sih sebetulnya prihatin melihat situasi itu. Karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat," sambung Moeldoko.

Pengakuan Moeldoko pun dibantah oleh politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Rachlan meminta Moeldoko untuk jujur. Kata dia, pertemuan itu terjadi di Hotel Aston Rasuna Said.

"Jangan bohong. Pertemuan itu bukan di kediaman tapi di hotel Aston Rasuna Said lantai 28, Rabu tanggal 27 Januari 2021 pukul 21.00 WIB," ujar Rachland di akun Twitternya.

"Anda datang ke situ, bukan mereka mendatangi anda," tandasnya.(RMOL)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama