Luka Parah, 12 Preman Hajar Lagi Prajurit Raider TNI Hingga Sekarat


Ada fakta mengerikan dalam kasus pengeroyokan sadis yang dilakukan 12 preman terhadap prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infateri Raider 715/Motuliato.

Ternyata dari rekaman video CCTV yang didapatkan VIVA Militer, Kamis 4 Februari 2021, prajurit TNI bernama Pratu Miftahul Ikhsan Rambe, sempat berusaha membela diri dengan menangkis serangan brutal 12 preman itu.

Namun, akhirnya dari rekaman itu Pratu Miftahul tak dapat berbuat apa-apa lagi saat dia terjatuh dan tersungkur di tanah sekitar area halaman tempat hiburan malam,  Queen Tirta Club, Kota Gorontalo.

Dalam kondisi sudah tak berdaya, 12 preman tak kunjung menghentikan kebrutalannya. Seorang preman mengambil batu berukuran besar dan menibankannya ke tubuh prajurit TNI itu. Lalu, 12 preman secara bergantian menendangi dan menginjak-injak korban yang sudah tak berdaya.

Pada rekaman itu 12 preman lalu pergi meninggalkan korban yang sudah tak berdaya. Mereka berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Saat itu, Pratu Miftahul terlihat berusaha bangkit dan berdiri.

Nahasnya ketika dia berdiri, dua mobil yang dipakai 12 preman melaju ke arahnya. Pelaku mendadak menghentikan laju mobil, mereka berhamburan keluar mobil memburu korban dan kembali menghajar Pratu Miftahul.

Walau sudah dalam kondisi seperti itu, tampak prajurit TNI Angkatan Darat itu memberikan perlawanan. Tapi akhirnya dia tumbang untuk kedua kalinya. Korban pun tersungkur dan terkapar. Pelaku kemudian masuk ke dalam mobil dan pergi meninggal korban dalam kondisi sekarat.

Kasus pengeroyokan ini terjadi pada Selasa malam waktu setempat, berawal dari cek cok mulut antara korban dengan salah satu preman bernama Rinto Sabua. Keributan baru pecah di luar tempat hiburan itu.

Sampai saat ini korban masih menjalani perawatan serius tim dokter di Rumah Sakit Umum Aloei Saboe. Sementara kepolisian mengklaim telah meringkus enam dari 12 preman tersebut. viva


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama