Sentil Blusukan Risma Ke Tunawisma, Roy Suryo: Perlukah Buka CCTV?

Sentil Blusukan Risma Ke Tunawisma, Roy Suryo: Perlukah Buka CCTV?


Blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin saat bertemu dengan tunawisma kini menjadi polemik.

Pasalnya, publik ramai mempertanyakan kebenaran tunawisma yang ditemui politisi PDIP tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa seorang pria tua yang ditemui bukan seorang tunawisma.

Polemik yang berkembang liar di publik ini pun turut dikomentari pakar telematika Roy Suryo. Ia turut mengunggah beberapa tangkapan layar pemberitaan yang mengabarkan ada dugaan pria tersebut bukan seorang 'gelandangan'.

"Haha. Ini yang namanya terkonang/terciduk," kata Roy Suryo di akun Twitternya sembari menautkan beberapa tangkapan layar pemberitaan blusukan Risma, Rabu (6/1).

Tak hanya itu, untuk membuka polemik blusukan mantan Walikota Surabaya itu, Roy Suryo pun menawarkan opsi untuk membuka rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi blusukan Risma di Sudirman-Thamrin.

"Dasar syantik, syantik. Masih perlu dibuka CCTV-nya? Bisa mati ketawa cara Jakarta lho," tandasnya.

Belakangan sosok pria yang disebut seorang tunawisma itu dipertanyakan publik. Bahkan opini berkembang liar di media sosial.

Warganet dengan akun Twitter @herditiya1 juga mengunggah dua foto. Satu foto merupakan tangkap layar percakapan warganet di kolom komentar Facebook. Sementara foto kedua tangkap layar sebuah kios penjual poster.

Pada foto pertama, warganet Facebook bernama Adhe Idol membeberkan identitas pria paruh baya yang ditemui Risma. Ia menuturkan, pernah menemui pria tersebut di Jalan Minangkabau, Manggarai.

"Kalau yang menghadap ke depan atau yang rambutnya putih/ubanan, kayak kenal. Itu tukang jualan poster Soekarno, memang dia orang PDIP. Lokasi jualannya Jalan Minangkabau, Manggarai. Selain itu dia juga jualan kelapa muda, terciduk juga," tulis Adhe Idol yang diunggah akun @herditiya1.(RMOL)

0 Response to "Sentil Blusukan Risma Ke Tunawisma, Roy Suryo: Perlukah Buka CCTV?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel