Febriansyah Ampun-ampunan Dicambuk TNI, Disangka Begal Sepeda Kolonel Marinir

Febriansyah Ampun-ampunan Dicambuk TNI, Disangka Begal Sepeda Kolonel Marinir


JAKARTA – Video seorang pria ampun-ampunan dicambuk anggota TNI viral di media sosial. Pria itu bernama Febriansyah, warga Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.

Video tersebut beredar setelah kasus begal sepeda Koloner Marinir Pangestu Widiatmoko menjadi perbincangan ramai di media sosial.

Febriansyah disebut sebagai pelaku begal sepeda Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko. Ia ditangkap dan dicambuk berulang kali oleh anggota marinir.

Faktanya, begal sepeda Koloner Marinir Pangestu Widiatmoko dan pencambukan Febriansyah oleh anggota marinir tidak berkaitan.

Kasus begal sepeda Kolonel Marinir Pangestu terjadi di Jakarta Pusat, tepatnya di seberang Kementerian Pertahanan pada Senin Senin (26/10/2020) sekitar pukul 06.45 WIB.

Sedangkan kasus pencambukan Febriansyah terjadi pada tahun 2017. Febriansyah dicambuk karena menjambret tas milik perempuan bernama Umi Alifah, warga Beji, Depok.

Febriansyah menjambret Umi Alifah di dalam KRL Commuter Line. Aksi penjambretan tersebut diketahui oleh anggota Marinir yang tengah bertugas mengamankan kondisi KRL. Pelaku diinterogasi oleh petugas KRL dan dicambuk anggota Marinir.

“Video itu terjadi pada tanggal 13 Mei 2017 sekitar pukul 10.00 WIB di Stasiun Depok,” kata Kadispen Kormar Letkol Gugun Saeful Rahman, Kamis (29/10).

Video tersebut dibagikan oleh akun Twitter @Miduk17 pada Rabu (28/10/2020).



POJOKSATU.id, JAKARTA – Video seorang pria ampun-ampunan dicambuk anggota TNI viral di media sosial. Pria itu bernama Febriansyah, warga Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.

Video tersebut beredar setelah kasus begal sepeda Koloner Marinir Pangestu Widiatmoko menjadi perbincangan ramai di media sosial.

Febriansyah disebut sebagai pelaku begal sepeda Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko. Ia ditangkap dan dicambuk berulang kali oleh anggota marinir.

Faktanya, begal sepeda Koloner Marinir Pangestu Widiatmoko dan pencambukan Febriansyah oleh anggota marinir tidak berkaitan.

Kasus begal sepeda Kolonel Marinir Pangestu terjadi di Jakarta Pusat, tepatnya di seberang Kementerian Pertahanan pada Senin Senin (26/10/2020) sekitar pukul 06.45 WIB.

Sedangkan kasus pencambukan Febriansyah terjadi pada tahun 2017. Febriansyah dicambuk karena menjambret tas milik perempuan bernama Umi Alifah, warga Beji, Depok.

Febriansyah menjambret Umi Alifah di dalam KRL Commuter Line. Aksi penjambretan tersebut diketahui oleh anggota Marinir yang tengah bertugas mengamankan kondisi KRL. Pelaku diinterogasi oleh petugas KRL dan dicambuk anggota Marinir.

“Video itu terjadi pada tanggal 13 Mei 2017 sekitar pukul 10.00 WIB di Stasiun Depok,” kata Kadispen Kormar Letkol Gugun Saeful Rahman, Kamis (29/10).

Video tersebut dibagikan oleh akun Twitter @Miduk17 pada Rabu (28/10/2020).

“Siapa suruh begal MARINIR. Habislah kau. Untung ada dikantor polisi, kalo Marinir yang nyari dikuliti sampe kering,” tulisnya.

Dalam video itu, Febriansyah menggeliat kesakitan saat dicambuk. Ia berulang kali meminta ampun.

“Ampun ndan, ampun ndan, astagfirullahilazim. Udah ndan, ampun ndan, ampun ndan, ampun ndan,” ucapnya kesakitan.

Video tersebut dikomentari oleh akun @peni_me. “Coba yg kek gini berlaku juga kek koruptor. hajar dulu br dipidana. tp suka bingung sik, klo begal dihajar massa suru serahin ke aparat. diserahin ke aparat, dihajar juga,” katanya.

Bahkan, anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman turut mengomentari video tersebut.

“Betul ini? Janganlah main hakim sendiri. Kita ini negara hukum. Ini teladan buruk untuk rakyat. Kita minta rakyat pake jalur hukum menolak UU Ciptaker, kita sendiri tidak. Rakyat akan demo terus loh utk menentang UU Ciptaker, itu juga cara rakyat membela diri. Rakyat Monitor!,” kata Benny K Harman di akun Twitternya, @BennyHarmanID, Kamis (29/10).

Lihat video Febriansyah ampun-ampunan dicambuk anggota marinir di bawah ini:

(one/pojoksatu)

0 Response to "Febriansyah Ampun-ampunan Dicambuk TNI, Disangka Begal Sepeda Kolonel Marinir"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel