Digoda Amerika, Dipepet China, Indonesia Layaknya Gadis Cantik Incaran Para Pemuda

Digoda Amerika, Dipepet China, Indonesia Layaknya Gadis Cantik Incaran Para Pemuda


Media-umat -  Memanasnya suhu politik antara Amerika Serikat (AS) dengan China membuat daya tawar Indonesia meningkat. Ibaratnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini seperti gadis cantik yang jadi rebutan dua negara adidaya. 

Amerika terus merayu, China terus mepet Indonesia. Pak Jokowi, ayo manfaatkan peluang ini untuk sebaik-baiknya kemakmuran rakyat.


China dan Amerika memang begitu kentara mendekati kita. Banyak kerjasama yang dilakukan dua negara ini dengan kita. 


Pemimpin top di dua negara itu juga sudah datang ke sini. Mereka juga sudah mengundang pejabat-pejabat top kita ke negaranya. 


Yang terbaru, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang diundang ke China. Sedangkan AS mengundang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk berkunjung ke Pentagon, AS. 


Undangan datang dari Menhan AS Mike Esper. Undangan itu sudah dipenuhi Prabowo, pertengahan bulan lalu. 


Setelah pertemuan dengan Menhan, AS kembali berupaya mendekati Indonesia. Pekan depan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo gantian yang akan berkunjung ke Indonesia. 


Selain membahas hubungan bilateral dengan Menlu Retno Marsudi, Pompeo juga akan menjadi pembicara di Ansor, organisasi anak-anak muda NU. 


Media asing, Reuters, menyebut, kunjungan Pompeo ke Indonesia sebagai upaya mendapatkan dukungan Indonesia dalam menghadapi pengaruh China di kawasan Asia. 


Bahkan, menurut Reuters, AS sejak Juli lalu sudah mengirimkan permintaan khusus ke Indonesia agar jet tempur mata-mata AS, P-8 Poseidon bisa “mampir” dan mengisi bahan bakar di kawasan Indonesia. 


P-8 memiliki peran sentral bagi AS untuk mengintai pergerakan militer China di kawasan perairan China Selatan yang sebagian besar wilayahnya diklaim China. 


Namun, permintaan AS itu, ditolak. Alasannya, Indonesia tidak mau mengambil posisi dalam konflik dan militerisasi di Laut Cina Selatan di antara dua gajah itu. 


Lantas apa maksud Pompeo ke Indonesia? Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah menjelaskan, Menlu Retno Marsudi dan Pompeo sudah sering berinteraksi dalam banyak kesempatan. 


Kunjungan ini, lebih bersifat memperkuat hubungan bilateral yang sudah terbangun. 

“Sementara substansi yang akan dibahas, itu kan masih dalam satu proses pematangan dalam beberapa hari ke depan,” kata Faizasyah, kemarin. 


Terkait rivalitas AS-China, dia menyebut, Indonesia adalah negara yang bersahabat dengan banyak negara. Termasuk dengan China dan AS. 


“Jadi, siapapun yang berhubungan baik dengan Indonesia, tentunya kita merespons dengan hubungan yang baik,” ujarnya. 


Sementara itu, pengamat hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rizasyah menilai kedatangan Pompeo tak lepas dari posisi Indonesia saat ini. 


Kata dia, Indonesia masih diperhitungkan sebagai kekuatan besar di ASEAN, yang sangat penting untuk didekati, khususnya dalam menyikapi konflik di Laut China Selatan. 


Menurut dia, Indonesia satu-satunya negara besar di Asia Tenggara yang belum jinak kepada AS. Sedangkan Filipina sudah bisa “dipegang”. 


Mitra terkuat AS di Asia Tenggara yaitu Singapura, dan Malaysia juga sudah begitu. Di dua negara itu, AS sudah punya pangkalan militer. Pesawat AS bebas keluar masuk. 


Tentu saja, kata dia, permintaan tersebut sangat mempertaruhkan nama baik Indonesia sebagai negara non-alignment atau negara non-blok. 


Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif yang menentang penempatan pangkalan militer. 


“Apakah Indonesia akan melepas kekonsistenannya? Saya pikir tidak. Mesti diingat, rayuan dua negara ini, rayuan maut,” kata Rizasyah, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. 


Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, Indonesia harus bisa ambil peluang ini. Presiden Jokowi bisa mengambil peran sebagai juru damai dalam sengketa LCS yang sejalan dengan politik bebas aktif. 


“Karena memang posisi strategis kita, harus melihat juga peluang terlibat dalam proses resolusi konflik,” kata Fahmi. source : swa

0 Response to "Digoda Amerika, Dipepet China, Indonesia Layaknya Gadis Cantik Incaran Para Pemuda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel