Pabrik Bauksit di Bintan akan Pekerjakan 1.800 TKA China, Luhut Jelaskan Alasannya

Pabrik Bauksit di Bintan akan Pekerjakan 1.800 TKA China, Luhut Jelaskan Alasannya


Media-umat Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Manves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan akan ada 1.800 TKA China masuk ke Bintan, Kepulauan Riau.

 


Para TKA China itu akan bekerja di perusahaan pengolahan biji bauksit menjadi Alumina di Kabupaten Bintan. Perusahaan itu sendiri akan menyerap 20.000 tenaga kerja hingga akhir 2020.

 

"Di Bintan ada pembangunan proyek pengolahan biji Bauksit menjadi Alumina serta produk turunannya untuk dijadikan bahan industri. Akan ditempatkan sekitar 10 persen tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari Tiongkok, karena memang investasinya dari sana," kata Luhut, usai rapat di Batam, Kamis (2/7/2020) lalu.

 

Perusahaan tersebut, kata Luhut, tengah menyiapkan jaringan listrik dan alat produksi. Sekitar 5.000 pekerja telah disiagakan. 1.800 orang TKA asal China tengah dipersiapkan untuk datang dari negaranya.

 

"Pada tahap awal sekitar 3.200 orang tenaga kerja lokal akan mengisi beberapa posisi strategis dalam pengolahan biji Bauksit itu, transfer pengetahuan teknologi dari TKA juga akan dilakukan di tengah produksi berjalan. Pekerja asing akan ditempatkan secara sementara, pada bagian teknis produksi," terang Luhut seperti dikutip Gatra.

 

Luhut juga menjelaskan mengapa perusahaan tersebut mempekerjakan 1.800 TKA China. Menurutnya, dalam investasi yang memproduksi biji bauksit menjadi alumina itu akan membutuhkan tenaga listrik sebesar 2.800 mega watt. Tegangan listrik sebesar itu harus diproduksi secara mandiri yang akan dibidani oleh teknisi asing. [trb]

0 Response to "Pabrik Bauksit di Bintan akan Pekerjakan 1.800 TKA China, Luhut Jelaskan Alasannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel