Alasan Gubernur Anies Ogah Pakai Istilah New Normal

Alasan Gubernur Anies Ogah Pakai Istilah New Normal


Media-umat - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan alasan pemilihan nama pembatasan sosial berskala besar transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif dibanding istilah normal baru atau new normal. Anies menggunakan pendekatan kata yang sudah familiar di telinga masyarakat.

"Lalu mengenai penamaan, memang ini harus pesannya sama. Kemarin itu kita diskusi. Nama yang begitu dengar, tahu maknanya. Nama normal baru itu kan banyak yang belum tahu. Kalau aman, pasti tahu. Sehat, tahu. Produktif, jelas," jelas Anies dalam rapat bersama jajaran pemprov yang diunggah di YouTube.

Rapat itu digelar pada Selasa (2/6). Sedangkan konferensi pers terkait PSBB masa transisi digelar pada Kamis (4/6). Penggunaan kata transisi ini bermakna fase penanganan Corona belum berakhir. Fase transisi, kata Anies, menjadi jalan menuju masyarakat aman, sehat dan produktif.

"Jadi kemarin kita pilih untuk gunakan nama itu. Dan transisi itu sebetulnya untuk mengirimkan pesan bahwa ini bukan fase akhir. Ini transit. Terminalnya mana? Terminalnya adalah aman, sehat, produktif. Itu terminal tuh. Terminal itu ya ujungnya itu. Kalau ini masa transit, karena itu kita menyebutnya transisi," ucap Anies.

Mantan rektor Paramadina itu juga menyadari penamaan PSBB masa transisi ini akan menjadi sensitif. Namun, kata Anies, masyarakat akan memahami secara jelas jika Pemprov DKI menjelaskannya dengan baik.

"Nah memang penamaan itu bisa jadi sensitif pak nanti. Tapi asal kita jelaskan dengan baik. Jakarta sebetulnya lebih tepat mungkin begini, PSBB tetap dilaksanakan, ini adalah fase transisi. Gitu ya. Fase Transisi," kata Anies.

"Ini wording-nya harus pas nanti, supaya tidak meleset," ujarnya. aln

0 Response to "Alasan Gubernur Anies Ogah Pakai Istilah New Normal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...