Taufik Hidayat Blak-blakan Kemenpora Sarang Koruptor, Setengah Gedungnya Harus Dibongkar

Taufik Hidayat Blak-blakan Kemenpora Sarang Koruptor, Setengah Gedungnya Harus Dibongkar


Media-umat - Olahraga Indonesia tidak akan pernah maju jika pengambil kebijakan masih diisi orang-orang yang bermental korup. Solusinya, harus ada perombakan besar-besaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Demikian disampaikan legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Senin (11/5/2020).

Dalam kesempatan itu, Taufik mengungkap borok di dua institusi olahraga Indonesia, Kemenpora dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Dalam obrolan dengan Deddy tersebut, peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu membeberkan bahwa di Kemenpora itu sudah jadi sarang koruptor. “Tikusnya banyak banget,” kata Taufik. “Siapapun menterinya, kalau nggak diganti setengah gedung, olahraga akan tetap seperti itu,” tambahnya.

Taufik berkomentar saat ditanya tentang peran dia dalam dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat mantan Menpora Imam Nahrawi.

Peran Taufik pada kasus korupsi Nahrawi, untuk kali pertama terungkap dalam sidang dakwaan eks asisten pribadi Nahrawi, Miftahul Ulum di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, (9/5/2020).

Dalam kasus itu, Taufik menjadi perantara dalam penyerahan uang gratifikasi senilai Rp 1 miliar kepada Nahrawi. “Gue akui gue salah. Tapi gue nggak berpikir panjang saat dimintain tolong. Cuma sekali itu (menyerahkannya, Red),” kata Taufik.

Taufik sendiri mengaku tidak menyangka itu adalah uang suap. Namun yang jelas, Taufik pernah menyerahkan bungkusan plastik berwarna hitam kepada Ulum di garasi rumahnya.

Dalam perkara ini, Nahrawi didakwa telah menerima uang suap sebesar Rp 11,5 miliar untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Suap itu diduga berasal dari Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal KONI dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy.

Selain mengkritik Kemenpora yang penuh dengan ‘tikus’, Taufik juga menilai kalau sebenarnya organisasi bulu tangkis Indonesia begitu kusut.

“Gue masuk ke PBSI saja, mereka takut. Gue orang bulu tangkis juga loh. Gue nggak diterima di sana. Banyak yang takut gue ada di situ (PBSI, Red). Makanya bagaimana caranya gue dimatiin, nggak bisa gerak. Kamu kira di PBSI itu semua tahu tentang bulu tangkis?” ujar Taufik kepada Deddy.

“Bingung nggak? Awalnya, sebelum mereka jadi pengurus di sana, mereka bisa-bisanya minta ketemu gue setiap hari, minta masukan. Begitu masuk jadi pengurus, gue ditendang. Bangs*t juga ini orang,” tambahnya lantas tertawa.

Namun, Taufik tidak menyebut siapa orang yang dia maksud.

Menanggapi komentar Taufik, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengungkapkan bahwa kritikan adalah hal yang sudah biasa. Namun, untuk kali ini, Budiharto mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menjawabnya. Sebab kritikan tersebut mengarah ke instansi. Bukan semata prestasi atlet.

“Biarin saja Mas, nggak perlu ditanggapi, kami nunggu dari pak ketua (Ketum PBSI Wiranto) saja. Kami sudah laporkan juga ke beliau perihal masalah tersebut. Itu kan masalah institusi. Nanti dia (Taufik Hidayat) mau masuk ke mana, pak ketua yang menentukan,” jelas Budiharto, dikutip Pojoksatu.id dari JawaPos.com.

Pada awal kepengurusan Wiranto, Desember 2016, Taufik juga masuk dalam struktur. Dia menjadi staf ahli bidang pembinaan dan prestasi bersama pemain-pelatih legendaris Christian Hadinata.

Menyikapi hal itu, Budiharto menyerahkan semuanya kepada Wiranto. “Untuk itu, urusannya ketua yang mengatur. Nanti kalau ada kabar selanjutnya, kami beritahukan lagi,” katanya.

Setelah pensiun sebagai atlet bulu tangkis pada Juli 2013, Taufik sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017. Dia juga menjadi Staf Khusus di Kemenpora pada 2017-2018.

Taufik yang sekarang berusia 38 tahun adalah salah seorang tunggal putra terbaik dalam sejarah Indonesia. Selain meraih emas Olimpiade Athena 2004, dia juga menjadi juara dunia 2005.

Pada 2000 ketika masih berusia 19 tahun, Taufik untuk kali pertama mencapai ranking satu dunia. [Ps]

0 Response to "Taufik Hidayat Blak-blakan Kemenpora Sarang Koruptor, Setengah Gedungnya Harus Dibongkar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...