Politisi PDIP Jelaskan Makna ‘Indonesia Terserah’ ke Jokowi, Suara Publik Harus Didengar

Politisi PDIP Jelaskan Makna ‘Indonesia Terserah’ ke Jokowi, Suara Publik Harus Didengar


Media-umat - Tagar ‘Indonesia Terserah’ muncul setelah pemerintah membuka kembali akses transportasi yang dinilai sangat bertentangan dengan upaya menghentikan penyebaran Virus Corona di Indonesia.

Hal itu menjadi perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen. Ia menyimpulkan bahwa ada setidaknya tiga catatan penting yang harus dimaknai Presiden Joko Widodo atas munculnya tagar tersebut.

Gus Nabil sapaan akrab Nabil Haroen, menilai tagar ‘Indonesia Terserah’ menjadi penting sebagai bahan introspeksi di tengah pandemi covid-19 ini. “Apa yang harus dilakukan pemerintah dengan munculnya tagar itu?,” kata Gus Nabil, Rabu (20/5/2020), dilansir JPNN.

Menanggapi hal itu, Gus Nabil menyampaikan beberapa catatan ke publik terkait munculnya tagar “Indonesia Terserah” itu.

Pertama, munculnya tagar #IndonesiaTerserah merupakan suara publik yang harus didengarkan pemerintah. Tagar ini muncul setelah adanya fakta banyaknya orang antri berkerumun di Bandara Soekarno Hatta untuk perjalanan keluar daerah.

Tentu saja, fakta ini harus diikuti dengan investigasi yang komprehensif, apakah kelalaian dari pihak regulator bandara, maskapai penerbangan, atau justru dari kebijakan pemerintah? Jadi, harus diletakkan pada konteks yang tepat.

“Saya sendiri melihat memang ada yang keliru, dan harus segera dibenahi dalam konteks itu,” ujar Gus Nabil yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.

Kedua, pemerintah harus merapikan kembali kebijakan-kebijakan antarkementerian yang tidak terpadu. Ada beberapa kebijakan yang saling bertolak belakang, misalnya antara PSBB dengan kebijakan transportasi antarkawasan.

Kebijakan-kebijakan yang tidak sinkron, menjadikan warga makin bingung sekaligus kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.

“Komunikasi mitigasi pandemi tidak komprehensif, dan fakta di lapangan menujukkan itu,” tegas Gus Nabil

Catatan terakhir adalah munculnya tagar ini sebagai bentuk keresahan tenaga medis yang selama ini telah bertaruh nyawa menangani pasien Covid-19, namun di sisi lain pemerintah justru menambah berat beban mereka.

Menurut Gus Nabil, pemerintah harusnya menghargai perjuangan tenaga medis Indonesia, juga dukungan orang-orang yang selama ini diam di rumah untuk memutus mata rantai persebaran Covid19.

“Jadi jelas bahwa jangan sampai perjuangan panjang ini sia-sia, karena kebijakan yang salah sasaran dan komunikasi antarkementrian/antar pejabat yang tidak terpadu,” tegas Gus Nabil.

1 Response to "Politisi PDIP Jelaskan Makna ‘Indonesia Terserah’ ke Jokowi, Suara Publik Harus Didengar"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...