Eko Boy: Sabar Pak Said, Memang itu Tujuannya Membungkam Kebenaran

Eko Boy: Sabar Pak Said, Memang itu Tujuannya Membungkam Kebenaran


Mediaumat - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu tak memenuhi panggilan polisi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (4/5) kemarin.

Said Didu meminta pemeriksaan ditunda karena sedang ada PSBB.

"Seyogianya hari ini klien kami hadir memberikan keterangan di Bareskrim Polri, namun untuk menghargai dan mendukung kebijakan Presiden RI melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka klien kami meminta penundaan pemeriksaan sampai dengan berakhirnya PSBB di Kota Tangerang yang merupakan wilayah tempat tinggal klien kami dan DKI Jakarta," ujar Ketua Tim Hukum Said Didu, Helvis, dalam keterangannya, Senin (4/5).

Polisi kini mengirim panggilan kedua kepada Said Didu yang akan diperiksa Senin pekan depan (11/5/2020).

Melalui akun twitternya, Said Didu menyatakan akan memenuhi panggilan kedua.

"Hari ini saya menerima panggilan kedua dari polisi untuk menghadiri pemeriksaan tgl 11 Mei 2020.

Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai warga negara yg taat hukum, saya menyatakan bahwa saya patuh mengikuti aturan hukum," kata Said Didu, Kamis (7/5/2020).

Postingan Said Didu di twitter ini mendapat dukungan luas warganet. Akun @ekowboy2, salah satu netizen mantan pendukung 02 di Pilres yang sempat ditahan polisi, namun akhirnya dinyatakan vonis bebas oleh hakim, turut memberi support kepada Said Didu.

"Gedung Bareskrim Polri lantai 14, semua aktivis yang kritis bakal dipanggil ke tempat itu. Saya dulu dijemput jam 3 pagi digruduk 13 penyidik dijerat 5 pasal, sabar aja pak memang itu tujuannya membungkam kebenaran," kata @ekowboy2.

Kasus Server KPU Disetting Menangkan 01

Eko Widodo (pemilik akun @ekowboy2) pada masa Pilpres 2019 lalu menjadi salah satu korban yang ditangkap aparat. Namun akhirnya di Pengadilan menang, majelis hakim memvonis bebas.

Kasus bermula saat Eko mem-posting di akun Twitter-nya (dulu nama akunnya @ekowBoy), pada 3 April 2019. Ia

mencuit:

"Server KPU sudah disetting 01 menang 57%, ini sesuai dg hasil, lembaga survei bayaran mereka kompak sekali memasang elektabilitas, petahanan di angka tersebut!! Wa'makaru wa'makarallah.. #PrabowoSandiTakTerbendung."

Eko menyertakan sebuah video, dalam video itu dipaparkan:

"Yang terakhir di KPU saya bulan Januari ke Singapura karena ada kebocoran data ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%, Allah itu Maha segalanya. Server yang dibangun 7 lapis bocor, salah satunya bocor. Kita berusaha untuk menetralkan tetapi data itu masih invalid sampai detik ini. Maka tadi Saya bicara dengan Pak Alvian, Pak ini harus dituntaskan sebelum Final tanggal 17 April karena begini kita nanti sudah tanggal 17 (suara tidak jelas) belum ketahuan berapa, masih 185 itupun yang invalid banyak sekali mungkin ada berapa 11 juta sampai 17 juta ya mas ya, itu masih ada angka ivalid seperti itu.

Nah saya dengan Pak Alvian dengan teman-teman akademis nanti mempertanyakan saya ini mau maju itu angka yang saya harus tempuh itu berapa misalnya lomba lari 100 meter finisnya itu dimana harus kita tahu bapak selama ini kita belum tahu. Pak Hasim sudah mendatangi juga sampai sekarang masih mental, bahkan kalau gak salah kemarin Pak Alfian ke DPR ya Pak itu pun masih ngambang bapak masih ngambang InsyaAllah hari Jumat nanti kita akan ke Mahkamah Konstitusi juga untuk menyelesaikan masalah ini, kalau tidak berbahaya karena kunci utama kita adalah di KPU karena apa, saya bukan mendahului yang di atas bapak.

Insya Allah Pak Prabowo menang diangka 68% (amin) data sudah kami pegang sudah kami petakan dengan 33 provinsi itu sudah kami petakan Insya Allah Pak Prabowo menang, yang utama mohon saya dengan sangat hormat didampingi dengan rekan untuk saya pegang hasil akhirnya itu berapa yang mau diperjualkan." Portalislam

0 Response to "Eko Boy: Sabar Pak Said, Memang itu Tujuannya Membungkam Kebenaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...