Muhammadiyah: Ada Corona, Shalat Idul Fitri Tidak Perlu Diselenggarakan, Takbir di Rumah Masing-masing

Muhammadiyah: Ada Corona, Shalat Idul Fitri Tidak Perlu Diselenggarakan, Takbir di Rumah Masing-masing


Mediaumat - PP Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait bulan Ramadhan dan Idul Fitri di tengah mewabahnya virus corona atau COVID-19.

Fatwa tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor 02/EDR/I.0/E/2020 tertanggal 24 Maret 2020.

Surat edaran itu menindaklanjuti sekaligus menyempurnakan Surat Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/H/2020 tentang Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) dan Nomor 03/I.0/B/2020 tentang Penyelenggaraan Salat Jumat dan Fardu Berjamaah Saat Terjadi Wabah Coronavirus Disease (Covid-19).

Fatwa itu menjelaskan, shalat Idul Fitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting.

Akan tetapi, jika wabah corona di tanah air sampai dengan Idul Fitri mendatang belum mereda, maka shalat Id bisa ditiadakan.

Hal itu berlaku juga untuk seluruh rangkaian Idul Fitri seperti mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya.

“Namun apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya COVID-19 belum mereda, shalat Idulfitri tidak perlu diselenggarakan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Shalat Id bisa diselenggarakan jika pihak berwenang menyatakan COVID-19 sudah mereda dan dapat dilakukan kosentrasi banyak orang.

Tapi, Shalat Id dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu.

“Adapun kumandang takbir Id dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat COVID-19,” sambung pernyataan itu.

Sementara, selama Ramadhan, shalat Tarawih tidak harus dilakukan berjamaah di masjid.

Hal itu berlaku jika wabah virus asal Kota Wuhan di Indonesia masih terus terjadi di Indonesia sampai Ramadhan tahun ini.

“Salat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya,” jelasnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk kegiatan selama Ramadhan seperti ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya.

Sementara, untuk ibadah puasa, tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik.



“Dan wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat,” sambung pernyataan itu.

Akan tetapi, para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19, dapat meninggalkan puasa Ramadhan.

“Untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas dan menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat,” jelasnya. [ps]

0 Response to "Muhammadiyah: Ada Corona, Shalat Idul Fitri Tidak Perlu Diselenggarakan, Takbir di Rumah Masing-masing"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...