Siapa Pembeking Tambang Emas Yang Bikin Banjir Dan Tanah Longsor Di Lebak

Siapa Pembeking Tambang Emas Yang Bikin Banjir Dan Tanah Longsor Di Lebak



Mediaumat - Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Lebak, Banten diduga akibat aksi tambang emas liar. Penambangan itu menyebabkan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) menjadi gundul.

Kabar beredar, aksi tambang ilegal itu dibekingi oknum. Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo berjanji akan melakukan pengusutan.

“Kami cek. Memang ada penambangan ilegal,” tegas Listyo saat memberikan bantuan kepada korban banjir bandang dan longsor di Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (51).

Mantan Kapolda Banten itu menjelaskan, proses penyelidikan akan dilakukan setelah status tanggap darurat bencana di Kabupaten Lebak yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah berakhir.

“Setelah ini akan dilakukan penertiban. Yang terpenting bagaimana mengembalikan masyarakat terkena dampak ini untuk segera pulih dan setelah itu proses kedepan nanti akan kita laksanakan berikutnya,” akunya.

Kepala BNPB Doni Munardo mengatakan, faktor terjadinya banjir di Kabupaten Lebak disebakan rusaknya hutan di TNGHS akibat penambangan emas ilegal.

“Penyebab utama selain hujan lebat di hulu sungai di TNGHS, adalah sejumlah tambang yang pecah. Tambang ditinggalkan ambrol, longsor dan membawa bebatuan lumpur inilah yang menyapu sepanjang daerah Sungai Ciberang,” kata Doni.

Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya juga mengatakan, penyebab banjir bandang yang menimpa wilayahnya akibat bukan hanya disebabkan oleh meluapnya sungai melainkan sudah gundulnya hutan di kawasan TNGHS.

“Bukan hanya luapan sungai, di sini kan kawasan TNGHS, kondisi vegetasi hutannya sudah tidak ada tanaman yang kuat, hujan semalam saja sudah begini,” kata Iti kepada wartawan beberapa hari lalu.RADAR NONSTOP –

0 Response to "Siapa Pembeking Tambang Emas Yang Bikin Banjir Dan Tanah Longsor Di Lebak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...