Pasca Banjir, Warga DKI Jakarta Bela Gubernur Anies: Ini Bencana Alam, Bukan Salah Anies!

Pasca Banjir, Warga DKI Jakarta Bela Gubernur Anies: Ini Bencana Alam, Bukan Salah Anies!



Mediaumat - Banjir yang melanda sebagian wilayah Ibu Kota berangsur-angsur mulai surut. Begitu pula yang terjadi di wilayah, Karet Tengsin, Bendungan Hilir Jakarta Pusat.

Dengan menggunakan alat seadanya, para warga pun terlihat mulai melakukan pembersihan terhadap rumahnya masing-masing yang banyak sisa lumpur.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang warga bernama Iqbal Darmawan. Warga Benhil ini mengatakan setiap musibah pasti ada hikmahnya.

“Jadi masalah banjir ini ya, ambil hikmahnya aja. Lagi pula banjir ini juga nggak setiap hari. Siklus lima tahunan. Dan juga Alhamdulillah kejadiannya pas hari libur, jadi bisa dibilang orang masih ada di rumahnya masing-masing,” ungkapnya Rabu 1 Januari 2020.

Iqbal pun menyatakan untuk masalah banjir ini bukan sepenuhnya salah Gubernur atau pihak-pihak terkait di Pemprov DKI, sebab kejadian tidak terduga ini bisa dibilang bencana alam.

“Lagian kan, bukan cuma Jakarta doang yang merasakan ini. Semuanya juga kena imbas. Di Depok dan Bogor juga. Bogor masih hujan deras,” katanya.

Kendati begitu, dengan adanya bencana ini, Iqbal berharap setelahnya Pemerintah harus menindak cepat penanggulangannya terutama dari segi korban-korban banjir ini.

“Tolong dapur-dapur umum diperhatikan. Kita juga butuh banget sama obat-obatan. Karena takut banjir ini kan menimbulkan penyakit. Yang paling penting,” pungkasnya.
ss : plt

16 Responses to "Pasca Banjir, Warga DKI Jakarta Bela Gubernur Anies: Ini Bencana Alam, Bukan Salah Anies!"

  1. Semoga banjir Jakarta segera teratasi. Gubernur dan Masyaraka
    t DKI kompak membersihkan sampah yg.terkena dampak banjir

    BalasHapus
  2. Sblm jd gubernur blgnya banjir itu bkn musibah atau bencana alam tp merupakan manajemen pengelolaan air. Giliran jd gubernur skrg blgnya ini musibah / bencana alam. Lalu sblmnya blg air itu sunatullah nya dimasukkan ke dlm tanah bkn dibuatkan gorong2 raksasa trs dialirkan ke laut. Giliran sdh jd gubernur....Aaaah sudahlah 😤😤😤

    BalasHapus
  3. Dulu, duluuuu, ada jg yg ngomong, akan sangat mudah mengatasi banjir dan macet di DKI Jakarta, kalau sudah jadi Presiden (kampanye Pilpres 2014) masih ingat kan sapa yang ngomong, trus sekarang sudah jd Presiden kan, napa eloh pd diem, napa eloh salahkan Gubernurnya, mikir dong ... ����

    BalasHapus
  4. Yang susah diatasi di Indonesia bukan banjir tetapi hujatan..kritik benar tetapi hujat itu dilarang..

    BalasHapus
  5. Yang susah diatasi di Indonesia bukan banjir tetapi hujatan..kritik benar tetapi hujat itu dilarang..

    BalasHapus
  6. Yang susah diatasi di Indonesia bukan banjir tetapi hujatan..kritik benar tetapi hujat itu dilarang..

    BalasHapus
  7. Yang susah diatasi di Indonesia bukan banjir tetapi hujatan..kritik benar tetapi hujat itu dilarang..

    BalasHapus
  8. Jangan kan Anis . Jokowi aja gak sanggup ngatasi banjir .itu katanya Arif Poyuono lho

    BalasHapus
  9. Harusnya jangan saling menyalahkan dan saling memberikan pemimiran yang tak masuk logika,berbenahlah itu yang ditunggu masyarakat bukan berkomentar yang tidak2.

    BalasHapus
  10. Klo ga bs mengatasi setidak nya jangan diem anteng doang dong!bangun selokan yang banyak gorong2 biar air ga mandek menggenang ,persiapan sebelum musim hujan ala aja..
    Jangan malah menghamburin duit rakyat buat bikin hiasan batu koral 😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  11. Semoga Allah menjaga negeri ini dan kita di beri pemimpin yang baik dan amanah...

    BalasHapus
  12. Sungainya besarin jgn di pepepet pempembangunan terus

    BalasHapus
  13. Kocak sekali ya kalian yang hujat nyalahin gubernur, eh sadar ga yang bikin banjir itu masyarakat sendiri yang buang sampah sembarangan ke sungai?

    BalasHapus
  14. jancok kabeh komentar iki

    BalasHapus
  15. Ini akibat reklamasi pantai laut jadi dangkal dan tidak bisa menampung debit air hujan hingga Jakarta tenggelam

    BalasHapus
  16. Dari dulu byk pihak2 yg salah...dr keluarnya ijin pembangunan rmh2 diats jalannya air+keluar ijin properti diats daerah resapan air+byknya rmh2 diats bantaran kali yg TDK mau direlokasi+isunya telatnya dana pengelolaan dr pusat yg msk yg direncanakan utk pembangunan penanggulangan banjr+ defisitnya anggaran pemda shg planing2nya berubah,pertumbuhan penduduk yg tinggi,msh byk sampah2 yg dibuang sembarangan terutama yg tinggal di bantaran kali shg saat curah hujan tinggi air pasti akan mengalir sgt deras melalui rmh2 yg shrsnya mjd jalannya air,tanpa resapan air shg banjir akan semakin tinggi...jadi kalo Jakarta mau dirubah...MK semua itu hrs dibongkar yg mjd titik2 permasalahan tsb..siapapun gubernur dan presidennya pasti TDK akan sanggup mengatasi hal tsb...Krn jgnkan utk buat gorong2 yg pastinya itu akan membongkar daerah rmh elit dg biaya bsr,merelokasi rmh2 diats bantaran kali sj org2nya PD TDK mauda itupun dg biaya yg tinggi juga...jd mau TDK mau...yaa nikmati saja saat banjir lima tahunan melanda...syukuri msh BS hdp nyaman di Indonesia tanpa perang seperti di negara lainnya yg sdg perang,dan sbg WNI jgn byk mengeluh Krn mengeluh hya akan mengurangi kwalitas hdp seseorg utk melangkah maju ke dpn...

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel