Heboh, Politisi PSI Diusir dari Rapat Anggaran di DPRD DKI Jakarta

Heboh, Politisi PSI Diusir dari Rapat Anggaran di DPRD DKI Jakarta



Mediaumat - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta kembali bikin heboh Kebon Sirih. Kali ini, salah satu anggotanya terlibat adu mulut sengit dengan politikus PDIP dalam rapat pembahasan RAPBD 2020.

Insiden itu terjadi dalam rapat Komisi C membahas anggaran Penyertaan Modal Daerah untuk PDAM di Gedung DPRD, Kamis (5/12) malam.

Saat rapat tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan Cinta Mega tiba-tiba menuding politikus PSI Anthony Winza menyebarluaskan hasil rapat kepada media. Hal itu langsung ditanggapi oleh Anthony dengan nada tinggi. "Ini tuduhan apa?" ujar Anthony.

Anthony dan Cinta akhirnya perang kata-kata, bahkan hingga saling berdiri dan menunjuk, sampai harus ditenangkan oleh anggota dewan lainnya.

Melihat semakin panasnya suasana, Ketua Komisi C DPRD DKI Habib Muhamad bin Salim Alatas kemudian menunda rapat dan juga meminta Anthony meninggalkan ruangan.

"Anthony, saya pimpinan rapat, silakan saudara masuk ke dalam dulu," ujar dia.

Anthony menuruti permintaan tersebut, dan beberapa saat kemudian peserta rapat dari BUMD dan pemprov dipersilakan pulang. Setelah itu, para anggota Komisi C, termasuk Anthony dan Cinta Mega, melakukan pertemuan tertutup.

Anggota Komisis C Andyka menyatakan bahwa insiden tersebut adalah hal yang lazim dan merupakan dinamika dalam rapat anggota dewan.

Andyka melanjutkan bahwa anggota Komisi C kecewa karena Anthony menyebarkan hasil pembahasan rapat ke media, yakni tentang pengadaan komputer senilai Rp 128 miliar.

Hingga berita ini disiarkan, Anthony belum memberikan keterangan terkait tudingan menyebarkan isi rapat Komisi C yang terbuka untuk umum tersebut. (jpnn)

5 Responses to "Heboh, Politisi PSI Diusir dari Rapat Anggaran di DPRD DKI Jakarta"

  1. Kalau rapat sudah dibuka untuk umum.. lalu materi rapat sdah dibagikan ke anggota..dan media mnyoroti..apa salahnya..kenapa harus bersitegang dgn anggota..ingatlah dewan..brdiri sama tinggi duduk sama rendah..jgn arogan melek anggaran..ribut aja kalau masalah anggaran..hadeuh..salam RESTORASI

    BalasHapus
  2. Sebenarnya nggak boleh menyebarkn dulu karena masih sebatas planing nnti klo dh fix dirapat tingkt Legislatif baru bisa dipublikasi biar masyarakat tahu, kenapa nggk boleh diekspise karena urgensi dan planing trsebut msh ranahx Pemda dan DPRD dan msh masyarakat perlu tahu itu. Klo dipublikasi seblom fix akn mngundang polemik berkepanjan dan publik nggk boleh mngambil hak Legislatif jd biarkn mreka kerja ssuai tupoksix masing2..klopun ada yg blom pas kan ada revisi penggunaan anggaran kn gt...mksh

    BalasHapus
  3. Sebenarnya nggak boleh menyebarkn dulu karena masih sebatas planing nnti klo dh fix dirapat tingkt Legislatif baru bisa dipublikasi biar masyarakat tahu, kenapa nggk boleh diekspise karena urgensi dan planing trsebut msh ranahx Pemda dan DPRD dan msh masyarakat perlu tahu itu. Klo dipublikasi seblom fix akn mngundang polemik berkepanjan dan publik nggk boleh mngambil hak Legislatif jd biarkn mreka kerja ssuai tupoksix masing2..klopun ada yg blom pas kan ada revisi penggunaan anggaran kn gt...mksh

    BalasHapus
  4. Hal2 yg masih draft jgn disebarluaskan ke publik dulu donk..tdk semua masy paham krn berbagai latarblkg ...tapi opini sdh jelek duluan...ini yg diinginkan psi...bikin gaduh

    BalasHapus
  5. Repotnya rapat dg org yg beda visi, yg satu niat membangun yg satunya niat menghancurkan, harus ada penegakan peraturan dalam rapat. Dan penegakan etika, partai baru gak ngerti peraturan ya gitulah. Yg ada hanya cari perhatian publik padahal publik dah pintar

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel