Dipolisikan VP Cabin Crew Garuda, @digeeembok Makin Menggila: Kagoklah, Edanken Kabeh!

Dipolisikan VP Cabin Crew Garuda, @digeeembok Makin Menggila: Kagoklah, Edanken Kabeh!




Mediaumat - Vice Presiden Cabin Crew PT Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa, mempolisikan akun Twitter Twitter @digeeembok. Roni merasa bahwa dirinya telah difitnah dan nama baiknya dicemarkan oleh pemilik akun @digeeembok.

Mengetahui dirinya dipolisikan, sang pemilik akun tak surut. Ia malah langsung ngegas dan mengeluarkan ‘amunisi’ lanjutan terkait Roni.

“Oh ayyy di-gas sama RONI “germo” MIRSA. Kalo kata orang sunda “KAGOKLAH… EDANKEN KABEH”. Ya udah sekalian ayyy bongkar semua, modus RONI “germo” MIRSA,” cuitnya seperti dikutip Pojoksatu.id, Rabu (11/12/2019). Ia menuliskan, November 2019, Roni menginstruksikan beberapa chief untuk mengirimkan pramugari dalam pertemuan direktur di Bali.



Para pramugari itu diminta untuk menemani para direktur sejak pagi sampai malam dalam semua kegiatan. “Sorenya para pramugari yg malang itu temanin karaoke direktur. MALAMNYA… Ayyy gak tega ceritanya. Udah paham dah,” tulisnya.

Sebagai imbalan, para pramugari itu hanya diberi voucher salah satu salon ternama. Akan tetapi, ada salah satu pramugari yang menolak untuk ‘menemani’ direktur yang lansung dipulangkan dan dilaporkan tidak mempunyai integritas dan tanggungjawab.

“Untung kasus dirut garuda rame. Kalo gak rame, pramugari yg pemberani itu pasti dapat surat grounded atau PHK dari RONI “germo” MIRSA. Jadi akhirnya pramugari tsb cuma dapet tugas “rute pahit”,” tulisnya lagi.

Akun @digeeembok juga menyebut selama Roni masih jadi VP di Garuda, selama itu pula awak kabin akan merasakan imbasnya.

“Kalo pramugari/Pramugara mau naik jabatan dgn jalur normal. Sampai ikut tes sampe 5 kali juga GAK AKAN DILULUSIN sama RONI “germo” MIRSA,” cuitnya. Akun itu juga menulis, sudah banyak deputi Garuda yang dipecat dan disingkirkan lantaran menolak perintah Roni mengirimkan ‘pramugari’.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho membenarkan telah menerima laporan atas nama Roni Eka Mirsa.



@digeeembok juga melontarkan nada kesiapan untuk ‘berperang’ melawan Roni. “RONI “germo” MIRSA WAKTU MU SUDAH HABIS…Inget yah… banyak pramugari yang mau bersaksi,” “Pak @erickthoir pas pertemuan kemarin menjamin keselamatan pramugari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Vice Presiden Cabin Crew PT Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa mempolisikan pemilik akun @digeeembok dengan pasal pencemaran nama baik.



“Laporannya ada. Terkait merasa dicemarkan nama baiknya pelapor,” kata Alex, Rabu (11/12/2019). Hal senada juga dibenarkan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra.

“Laporan itu benar. Sudah diterima oleh Polresta Bandara Soekarno Hatta,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya tengah memproses laporan dimaksud. Selanjutnya, pihaknya akan meminta keterangan pemilik akun @digeeembok. “Saat ini sudah dalam upaya-upaya penyelidikan untuk memastikan tindak pidana yang dilakukan oleh akun tersebut,” terang Asep.

Sementara, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan tengah mengkaji pemecatan petinggi Garuda yang terlibat. Pasalnya, aturan hukum yang jelas hingga kini masih belum ditemukan dan berkaca pada kebijakan yang diterapkan perusahaan multinasional. 



 “Tapi kalau di Amerika itu nanti saya pelajari, bisa diberhentikan,” ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (11/12/2019). Pemecatan dimaksud, sangat bisa dilakukan jika memang ditemukan bukti kuat.

“Apalagi kalau ada pegawai wanita yang jelas-jelas sudah ada sexual harassment,” lanjutnya. Akan tetapi, Erick menjelaskan, dugaan pelecehan seksual itu bukan menjadi domain Kementerian BUMN.

Sebaliknya, hal itu adalah sepenuhnya kewenangan aparat penegak hukum.

“Kalau soal amoral seperti itu kan pasti nanti prosesnya bukan di saya. itu di kepolisian. Kalau saya kan urusan korporasi,” terangnya.

Kendati demikian, Erick memastikan, pihaknya tak akan pernah mentolelir perbuatan pelecehan seksual di perusahaan maskapai plat merah itu. “Kami pastikan sexual harassment kepada pegawai perempuan di BUMN itu tidak boleh,” tegasnya.

“Kaum perempuan itu mohon maaf jangan dijadikan ya hal-hal yang tidak baik lah,” lanjutnya.



Sebaliknya, kaum perempuan harus mendapat jaminan perlindungan terhadap para pimpinan yang tidak baik.

“Apalagi kita sekarang banyak sekali menteri-menteri dari wanita,” pungkasnya. (ruh/pojoksatu)

0 Response to "Dipolisikan VP Cabin Crew Garuda, @digeeembok Makin Menggila: Kagoklah, Edanken Kabeh!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel