MERINDING Kisah Nyata : Air Wudhu Perampok yang Menyembuhkan Anak Lumpuh

MERINDING Kisah Nyata : Air Wudhu Perampok yang Menyembuhkan Anak Lumpuh


Kisah ini sangat masyhur dari para salafusholeh. Ada orang sholeh memiliki anak yang lumpuh semua badannya. Kesholehannya tampak pada prasangka baiknya.

Pada suatu kali, tengah malam, ada serombongan perampok mendatangi rumahnya. Karena sering berprasangka baik, sang orang sholeh itu menyangka para perampok itu mujahid fii sabilillah.

"Ahlan wa sahlan, mujahid-mujahid. Masya Allah..Masya Allah. Silakan masuk," kata orang sholeh itu.

Ia mempersilakan para perampok itu untuk duduk sejenak. Lalu diminta untuk wudhu dahulu. "Silakan, para mujahid, wudhu dulu. Wudhu dulu," ungkap dia.

Ternyata di bawah keran tempat berwudhu, ditaruh bejana untuk menampung air wudhu. Para perampok itu pandangannya ke seorang anak yang hanya tiduran saja. Ia pun bertanya kepada sang tuan rumah.

"Ini anak siapa? Kok nggak bangun?"

"Ini anak saya. Dia kena lumpuh."

Para perampok itu pun dijamu dengan makan malam semua. Setelah kenyang, mereka pun pulang.

Beberapa pekan kemudian mereka, para perampok itu, datang lagi.

"Hai, mujahid fii sabilillah. Masya Allah, Masya Allah..!"

Tahukah kau siapa yang membukakan pintu? Yang membukakan adalah anak yang lumpuh tadi. Praktis, para perampok itu kaget. Seolah dalam hati bertanya-tanya, 'Bukankah dia lumpuh? Kok bisa membukakan pintu?!'

"Masya Allah Mujahid..Mujahid. Kami mendapatkan keberkahan dari jihad Anda!" kata orang sholeh yang juga tuan rumah itu.

Salah seorang perampok bertanya mengapa anak itu bisa sembuh.

"Masih ingat dengan air wudhu yang kalian gunakan? Saya pakaikan air itu untuk anak saya. Dengan izin Allah SWT, dia sembuh."

Para perampok itu jatuh tersungkur dan menangis. Menangis bertaubat kepada Allah SWT. "Sebenarnya kami bukan mujahid. Kami perampok," kata salah seorang mantan perampok itu.aln

0 Response to "MERINDING Kisah Nyata : Air Wudhu Perampok yang Menyembuhkan Anak Lumpuh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel