Fahri Hamzah : Negara Jangan Diatur Oleh Perasaan Pejabat, Seperti Taman Kanak-kanak

Fahri Hamzah : Negara Jangan Diatur Oleh Perasaan Pejabat, Seperti Taman Kanak-kanak

Kondisi kebebasan dan demokrasi akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak pihak, salah satu yang mencuat adalah pencopotan Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi dari jabatan Dandim Kendari gegara postingan istri di media sosial yang dituding menyindir penusukan Menkopolhukam Wiranto dengan kata-kata "Jangan cemen Pak..".

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut demokrasi adalah tentang mengelola perbedaan secara dewasa, negara seharusnya dikelola bukan atas perasaan pejabat.

"Demokrasi adalah tentang mengelola perbedaan secara dewasa. Oleh sebab itu kedewasaan nampak pada aturan, harus dibuat jelas apabila di dalamnya negara membatasi kebebasan orang. Jangan kebebasan dibatasi dengan atau oleh perasaan pejabat. Negara jadi nampak seperti Taman Kanak-kanak," kata Fahri Hamzah di akun twitternya, Senin (14/10/2019).

"Setiap sumbatan pada percakapan publik pasti akan melahirkan akumulasi perasaan tidak didengar yang pada akhirnya akan menjadi air bah massa aksi atau bahkan revolusi," ujar Fahri di twitnya yang lain.[pi]

Demokrasi adalah tentang mengelola perbedaan secara dewasa. Oleh sebab itu kedewasaan nampak pada aturan harus dibuat jelas apabila di dalamnya negara membatasi kebebasan orang. Jangan kebebasan dibatasi dengan atau oleh perasaan pejabat. Negara jadi nampak seperti taman kanak2. — #ArahBaru2019 (@Fahrihamzah) October 14, 2019

Setiap sumbatan pada percakapan publik pasti akan melahirkan akumulasi perasaan tidak didengar yang pada akhirnya akan menjadi air bah massa aksi atau bahkan revolusi... #LintasanPikiranFH — #ArahBaru2019 (@Fahrihamzah) October 13, 2019

0 Response to "Fahri Hamzah : Negara Jangan Diatur Oleh Perasaan Pejabat, Seperti Taman Kanak-kanak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel