Silsilah Nabi Muhammad SAW - media-umat

Breaking

Menyuarakan berita dengan fakta

Postingan Terbaru

Senin, 17 Juni 2019

Silsilah Nabi Muhammad SAW


Nabi Muhammad SAW. Yang juga sering disebut sebagai khairul khalq (makhluk paling baik) dan sayyidul anbiyâ’ wal mursalîn (pemimpin dari para nabi dan rasul) mempunyai nasab yang luar biasa suci. Nasabnya tersebut akan dipenuhi orang-orang yang paling mulia dari generasi nya. Tidak terdapat satu pun darinya yang memiliki perilaku tercela. Karena itu, umat Islam tentunya wajib mengetahui nasab Rasulullah ﷺ secara sangat rinci lagi.

Imam Ibnu Hisyam sudah pernah menulis pada kitabnya yang mana nasab Rasulullah Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

“Ini adalah kitab Sirah Rasulullah ﷺ, dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib—nama asli Abdul Muttalib adalah Syaibah bin Hasyim—nama asli Hasyim adalah Umar bin Abdu Manaf—nama asli Abdu Manaf adalah Mughirah bin Qusayy bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin al-Nadlr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah—nama asli Mudrikah adalah ‘Amr bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin ‘Adnan bin Udda—dilafalkan juga Udada bin Muqawwim bin Nahur bin Tayrah bin Ya’ruba bin Yasyjuba bin Nabat bin Ismail bin Ibrahim—khalil al-rahman—bin Tarih—dia adalah Azar—bin Nahur bin Sarug bin Ra’u bin Falikh bin Aybar bin Syalikh bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh bin Lamak bin Mattu Syalakh bin Akhnunkh—dia adalah Nabi Idris, bani Adam yang pertama dianugerahi kenabian dan baca tulis—bin Yard bin Malayil bin Qainan bin Yanisy bin Syits bin Adam 'alaihis salam.” (Imam Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyyah, ed. Umar Abdul Salam Tadmuri, Dar al-Kutub al-‘Arab, 1990, juz 1, h. 11-16)



Imam Ibnu Hisyam juga telah menyebutkan nasab Rasulullah secara lengkap dari Abdullah hingga Nabi Adam, namun para ulama dan ahli sejarah akan berbeda pendapat mengenai nasab Rasulullah di atas Adnan. Nasab Rasulullah yang telah disepakati para ulama hanyalah sebuah nasab dari Abdullah hingga Adnan, sedangkan nasab yang ada dari Adnan ke atas, para ulama akan berbeda pendapat. Syekh Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi telah mengomentari hal tersebut dengan mengatakan:

“Adapun nasab Rasulullah di atas Adnan, para ulama berbeda pendapat, tidak ada yang bisa dianggap paling shahih. Namun, semua ulama sepakat bahwa Adnan merupakan keturunan dari Ismail, Nabi Allah putra Ibrahim Khalilullah 'alaihis salam.” (Syeikh Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, Fiqh al-Sîrah al-Nabawiyyah Ma’a Mujaz li al-Tarîkh al-Khilâfah al-Rasyîdah, Damaskus: Dar al-Fikr, 1991, h. 73)

Memang telah terjadi banyak sekali perbedaan-perbedaan pendapat mengenai nasab Rasulullah dari Adnan ke atas. Beberapa ahli juga bahkan telah mengatakan tidak ditemukan oleh seorang pun yang mengetahui mengenai hal tersebut, salah satu yang telah berpendapat demikian adalah Sayyidina Urwah bin Zubeir bin Awam (644-713 M). Yang mana beliau telah berkata: “Mâ wajadnâ man ya’rifu mâ wara’a ‘adnâna—kami tidak menemukan seorang pun yang (secara pasti) mengetahui nasab Rasul dari Adnan seterusnya.” (Imam Muhammad al-Dzahabi, Tarîkh al-Islâm wa Wafayât al-Masyâhîr wa al-A’lâm: al-Sîrah al-Nabawiyyah, Damaskus: Dar al-Kitab al-‘Arabi, tt, juz 2, h. 18).

Hal tersebut juga sama halnya yang telah dikemukakan oleh Sayyidina Abu al-Aswad bin Muhammad bin Abdul Rahman, salah seorang anak asuh Sayyidina Urwah bin Zubeir. Beliau berkata:

“Saya mendengar Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Khaitsamah, salah seorang yang paling berpengetahuan mengenai nasab bangsa Quraish dan syair-syairnya berkata: “Tidak ditemukan seorang pun yang mengetahui nasab Rasul setelah Ma’ad bin Adnan, baik dalam syairnya para penyair maupun dalan pengetahuannya orang berilmu.” (Imam Muhammad al-Dzahabi, Tarîkh al-Islâm wa Wafayât al-Masyâhîr wa al-A’lâm: al-Sîrah al-Nabawiyyah, juz 2, h. 18)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar