Siapakah Walisongo Itu? - media-umat

Breaking

Menyuarakan berita dengan fakta

Postingan Terbaru

Senin, 17 Juni 2019

Siapakah Walisongo Itu?


Walisongo memang telah di kenal sebagai penyebar agama Islam yang paling besar di Pulau Jawa pada sekitaran abad yang ke-14. Para walisongo juga tinggal di tiga wilayah yang begitu strategis dan penting pantai utara pulau Jawa, yaitu wilayah Surabaya-Gresik-Tuban-Lamongan yang tepat ada pada provinsi Jawa Timur, sedangkan Demak, Kudus, dan Muria berada di provinsi Jawa Tengah, dan Cirebon ada di provinsi Jawa Barat.

Perlu anda ketahui jika para wali songo ini telah berdakwah di setiap bagian Nusantara negeri ini dengan cara mengajak masyarakat untuk dapat masuk ke dalam agama Islam tanpa adanya paksaan sama sekali tentunya. Di dalam tiap-tiap dakwahnya Sunan (Julukan walisongo) mempunyai wilayahnya masing-masing, di samping itu juga terdapat beberapa peninggalan-peninggalan yang membuktikan perannya dalam penyebaran agama Islam di Negeri ini.

Walisongo Wali songo merupakan sejumlah wali yang mempunyai kontribusi besar penyebaran Islam yang terdapat Indonesia khususnya di pulau Jawa. Mereka ialah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, serta Sunan Gunung Jati. Pada masa hidupnya memang mereka tidak hidup secara bersama-sama tapi mereka mempunyai hubungan erat antara guru dan murid.

Era walisongo adalah sebuah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara yang telah di gantikan dengan kebudayaan Islam. Tentu juga telah banyak tokoh lain yang ikut serta juga turut berperan, tapi peranan mereka tentu sangatlah besar dalam mendirikan kerajaan Islam di Jawa, juga terhadap berpengaruhnya kebudayaan masyarakat.

Karomah dan Kesaktian dari Salah Satu Wali Songo

Setiap wali mempunyai gaya dan cara yang unik untuk dapat memikat hati para masyarakat, bangsawan, musuh dan yang lainnya untuk dapat memeluk Islam tanpa adanya sebuah paksaan sama sekali. Tentu hal tersebut sama dengan seorang Brahmana yang ingin menantang dengan mengadu tentang keilmuannya dengan salah satu wali songo yaitu sunan Bonang. Namun ketika di tengah perjalanan kapal yang ia naiki oleh Brahmana dan muridnya tersebut tenggelam.

Sampai pada akhirnya sang Brahmana tersebut kemudian terdampar di pesisir laut pantai Tuban. Saat mereka telah kembali sadar terdapat seorang yang menggunakan jubah berwarna putih berjalan dan mendekatinya tersebut kemudian menancapkan tongkatnya, dan beberapa menit ketika itu ia mencabut tongkatnya kemudian tongkat tersebut mengeluarkan air dan membawa beberapa buku Brahmana yang tenggelam.

Di lain sisi, murid dari sang Brahmana merasa kehausan. Sampai pada akhirnya murid-murid tersebut memandang air jernih yang terpancar itu untuk dapat meminumnya, tapi sang Brahmana khawatir air tersebut dapat memabukkan, lalu yang setelah itu terjadi adalah air tersebut sangat segar dan sang Brahmana kemudian ikut meminumnya.

Nah di berbagai kejadian tersebut, sampai pada akhirnya sang Brahmana dan muridnya masuk Islam tanpa adanya paksaan dengan sendirinya. Mereka telah menjadi murid sunan Bonang.

Pengaruh Wali Songo di dalam Budaya Nusantara

Perlu anda ketahui jika para walisongo tidak hidup persis secara bersama-sama, tapi hubungan mereka layaknya seperti seorang saudara, teman, guru dan juga murid, Maulana Malik Ibrahim merupakan yang tertua, sunan Ampel adalah putra dari Maulana Malik Ibrahim, sunan Giri yang juga adalah keponakan dari Maulana Malik Ibrahim dan sepupu dari sunan Ampel.

Sunan Bonang dan sunan Derajat adalah putra dari sunan Ampel, sunan Kalijaga adalah murid sekaligus teman dari sunan Bonang. Sunan Muria adalah putra dan sunan Kalijaga, sunan Kudus sendiri adalah murid dari sunan Kalijaga, dan sunan Gunung Jati yang merupakan juga sahabat dari para sunan lainnya, kecuali Maulana Malik Ibrahim karena beliau telah lebih dulu meninggal.

Mereka semua adalah para pembaharu masyarakat yang ada pada masanya, mereka juga yang mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru seperti bercocok tanam, kebudayaan, berdagang, kesenian, kesehatan, kemasyarakatan sampai dengan pemerintahan, walaupun begitu memang sebelum Islam masuk ke wilayah Nusantara sudah juga banyak suku, sosial budaya, organisasi, bangsa, ekonomi yang telah berkembang.

Era Wali Songo adalah era berakhirnya kerajaan Hindu-Budha di dalam budaya Nusantara yang telah di gantikan dengan kebudayaan Islam. Ketika itu maka peranan walisongo sangat penting selama penyebarluasan agama Islam di tanah Jawa, beberapa metode yang telah dipergunakan walisongo adalah akulturasi agama Islam dengan adanya budaya lokal yang terdapat di Nusantara kala itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar