Siapakah Imam Mahdi? - media-umat

Breaking

Menyuarakan berita dengan fakta

Postingan Terbaru

Senin, 17 Juni 2019

Siapakah Imam Mahdi?


Dalam Islam, memang telah dikenal dengan berbagai macam kisah-kisah. Mulai dari cerita-cerita yang heroik, kepahlawanan, atau bahkan cerita futuristik. Pada dasarnya, anda juga tidak tahu jika kisah tersebut benar atau tidak, kecuali memang setelah anda melalui cara pengujian validitas. Pada beberapa kajian, kisah tersebut terkadang dilihat bukan hanya dikarenakan menjadi persoalan valid atau tidaknya.

Namun mengenai bagaimana kisah atau cerita tersebut berfungsi begitu efektif sebagai dasar dari pembenaran atas sebuah keyakinan. Bisa dikatakan jika terkadang keyakinan itu dapat berasal dari kepentingan politis dari kelompok tertentu. Nah, dari sini maka mitos akan sangat berfungsi sebagai pembenaran atas keyakinan dan asumsi dari bagi para pembaca, pendengar.

Adapun memang kisah Imam al-Mahdi yang masuk di antara kisah terpopuler. Kemunculan Imam al-Mahdi sudah diyakini adalah salah satu tanda hari kiamat. Sosok al-Mahdi adalah sosok yang teramat misterius, namun sekaligus juga selalu dinantikan. Sebagaimana memang terlihat dari dalam namanya, “al-Mahdi al-Muntazhar”.

Sosok al-Mahdi juga sudah tercantum dalam hadis Nabi. Bagaimana ia kemudian ditampilkan? Ia merupakan sosok dari keturunan baginda Nabi Rasulullah Saw. sendiri. hal ini juga telah disebutkan pada hadis :

Rasulullah SAW. bersabda: “al-Mahdi adalah keturunannku dari silsilah Fatimah. (HR. Abi Daud, Hadis No. 4284, Maktabah Syamilah).

Sedangkan menurut Abu Bakar Ibn al-Arabi dalam ‘Aridhat al-Ahwazi, jika hadis-hadis yang telah berbicara mengenai al-Mahdi mempunyai beragam jenis kualitas. Ada yang shahih, hasan, ataupun Maudhu’ (palsu). Namun hanya terdapat satu riwayat yang begitu shahih. Riwayat yang terdapat teks hadisnya Yuwathi’u Ismuhi Ismi wa Abuhu bi Abi, Ia mempunyai nama yang serupa denganku dan nama dari orang tuanya sama dengan nama orang tuaku.

Tentunya dari hadis ini banyak sekali terdapat perbedaan pendapat dalam Islam mengenai sosok al-Mahdi. Dalam sejarah agama Islam, tentunya banyak sekali penafsiran mengenai sosok al-Mahdi. Banyak dari para ulama yang mempercayai mengenai keberadaannya sebagai sosok personal, selain itu juga menafsirkan secara sifat. Adapun dua model penafsiran ini, telah ada semenjak era Islam awal.

Pada literatur sejarah aliran Islam akan banyak yang menyebutkan jika al-Mahdi adalah keturunan dari al-Hasan dan al-Husein, Ahlul Bait dari jalur Fatimah. Ada pula yang menyebutnya dengan nama Ahmad, dan ada pula yang menyebut Muhammad. Orang tuanya bernama Abdullah. Ulama telah sepakat jika al-Mahdi telah muncul sebelum kedatangan Isa As. di akhir zaman nantinya.

Adanya berbagai narasi mengenai al-Mahdi banyak lahir dari tradisi Syiah. Ia dikenal juga sebagai Muhammad bin al-Hasab al-Askari. Ia merupakan sosok putra dari imam ke-12 yang telah menghilang sebelum ia wafat sebagai seorang Imam. Ia juga telah dianggap sebagai imam yang disembunyikan Allah.

Al-Syahrastani dalam al-Milal wa al-Nihal telah menjelaskan jika kehilangan Muhammad ini saat ia masuk ke dalam sebuah gua dan menghilang begitu saja. Ia juga tidak ditemukan dan tidak lagi terdengar kabar sedikitpun. Cerita ini juga telah diyakini kuat oleh Itsna Asyariah Syiah. Kaum Ibadiyah juga telah meyakini hal tersebut sama. Namun untuk mereka al-Mahdi al-Muntazhar bukanlah dari kalangan orang ahli bait.

Ia merupakan tokoh dengan karakter dari kebaikan dan pemberi sebuah petunjukan karena dunia nanti telah diliputi oleh kejahatan dan kerusakan.

Pandangan ini juga nampaknya senada dengan aliran Mu’tazilah. Bagi mereka, tokoh al-Mahdi tidak lain merupakan sebuah upaya untuk anda dapat memperbaiki kerusakan yang paling besar yang terjadi ketika dunia ada di ujung usianya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar