Peranan Wanita dan Kebangkitan Islam Masa Kini - media-umat

Breaking

Menyuarakan berita dengan fakta

Postingan Terbaru

Senin, 17 Juni 2019

Peranan Wanita dan Kebangkitan Islam Masa Kini


Sebagai seorang wanita muslim, yang memang benar menginginkan adanya kebangkitan Islam, maka ada Allah sudah memberi tempat tersendiri yang mana mereka bisa berperan dalam menyongsong adanya kebangkitan Islam tersebut.

Wanita menjadi panutan bagi kaum dan juga lingkungan tempat tinggalnya

Wanita memang wajib berda’wah dan menyerukan Islam di dalam komunitas dimana ia berada, da’wah ini adalah dalam artian mengajak orang agar lebih memahami tetang Islam. Tetapi yang perlu digaris bawahi di sini adalah adanya pengkhususan da’wah wanita.

Seorang wanita mempunyai keistimewaan penyampaian dari ”hati ke hati”, dimana seorang wanita harus menjalankan peran pengemban da’wahnya lebih pada masalah yang disitu nantinya akan melibatkan kaumnya. Ia tentunya akan lebih faham dalam hal-hal kewanitaan, walau tidak mengabaikan hal yang lainnya.

Di samping itu juga seorang wanita haruslah menjadi contoh di lingkungan tempat ia berada, tidak eksklusif, namun berusaha memahami masyarakat tempat ia tinggal, dengan cara berbaur dan melebur dengannya, tanpa adanya pengorbanan dalam hal prinsipal yang ia anut.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan berikan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara-cara yang baik.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui sesuatu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih tahu orang-orang yang mendapat petunjuk.” (TQS an-Nahl [16]:125).

Wanita yang menjadi shahabat bagi suaminya

Perlu anda ketahui jika banyak sekali hadits yang menggambarkan mengenai pentingnya peran wanita dalam rumah tangga, khususnya adalah perannya menjadi sahabat teruntuk suaminya. Hal ini berarti jika wanita yang telah dan akan menjadi istri tentunya akan sangatlah besar pengaruhnya pada aktivitas sang suami.

Anda juga dapat melihat banyak sekali shahabat dan tokoh-tokoh besar, mereka pastilah mempunyai pasangan hidup yang luar biasa. Nabi Muhammad juga mempunyai pendukung yang sangat luar biasa. Dengan kata lain, jikalau secara tidak langsung, peran wanita tersebut adalah mengingatkan, melayani, dan menemani suaminya nanti akan sangat besar sekali peranannya dalam kebangkitan Islam dan kaum muslimin nantinya.

Tentunya bisa anda bayangkan jika seorang suami, yang nyata-nyata memiliki peran strategis dalam sebuah da’wah menuju kebangkitan tentunya akan sangat luar biasa pada da’wahnya seandainya ia tidak menemukan ketenangan ada pada istrinya.

“Ingatlah, aku telah memberitahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang penyayang, banyak anak, dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya; yang jika ia disakiti atau menyakiti suaminya, ia akan segera datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata, ”Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhoiku” (HR Baihaqi)

Terdapat seorang wanita yang pernah meminta izin kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk dapat turut serta dalam berjihad. Ia pun kemudian berkata, ”Wahai rasulullah, aku diutus oleh kaum wanita untuk menghadap kepadamu, sebagai wakil mereka dalam berjihad, yang telah ditetapkan oleh Allah kepada kaum laki-laki.

Apabila mereka menang (dalam jihad), mereka akan mendapatkan pahala (ganjaran); sedangkan jika mereka gugur, mereka akan mendapatkan kemuliaan disisi Allah SWT. Sementara itu, kami adalah kaum wanita.

Apabila kami membantu kaum laki-laki (dalam berjihad), apakah kami akan mendapatkan pahala?”

Nabi SAW. menjawab, ”Sampaikanlah salamku kepada kaum wanita yang telah mengutusmu. Menaati suami dan menjalankan semua perintahnya adalah sama pahalanya dengan orang yang melakukan berjihad. Namun, sayangnya mereka banyak yang tidak menjalankan hal ini.” (HR al-Bazzar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar