Cara Membagikan Warisan Sesuai Ajaran Islam - media-umat

Breaking

Menyuarakan berita dengan fakta

Postingan Terbaru

Senin, 17 Juni 2019

Cara Membagikan Warisan Sesuai Ajaran Islam


Karena Anda tidak menyebutkan secara spesifik hukum waris apa yang Anda tanyakan, untuk itu guna menyederhanakan jawaban, kami akan menjawab pertanyaan Anda berdasarkan hukum Islam.

Memang pada dasarnya di dalam hukum Islam, warisan telah dibagi-bagi berdasarkan bagiannya masing-masing ahli waris yang telah ditetapkan besarannya tersebut. Namun warisan yang ada di dalam hukum waris Islam bisa dibagi berdasarkan wasiat.

Orang yang sudah berumur sekurang-kurangnya adalah 21 tahun, berakal sehat dan tidak ada paksaan dapat mewasiatkan dari sebagian harta bendanya pada orang lain atau lembaga. Pemilikan tersebut terhadap harta benda baru bisa dilaksanakan sesudah pewasiat tersebut meninggal dunia. Ahli Waris yang ada di dalam hukum waris islam

Anda yang telah merujuk pada Kompilasi Hukum Islam (“KHI”) yang sudah disebarluaskan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (“Inpres 1/1991”), ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris.

Ahli waris dipandang dari segi Islam jika telah diketahui dari Kartu Identitas ataupun pengakuan dan kesaksian, sedangkan untuk bayi yang baru dilahirkan ataupun untuk anak yang belum dewasa, beragama menurut ayahnya atau lingkungannya.

Adapun kelompok ahli waris berdasarkan KHI terdiri dari:

Berdasarkan hubungan darah:

• Golongan laki-laki yang terdiri dari: anak laki-laki, ayah, paman, saudara laki-laki serta kakek.

• Golongan perempuan yang terdiri dari : ibu, anak perempuan, saudara perempuan dan nenek.

• Adapun memang menurut hubungan perkawinan terdiri dari duda ataupun janda.

Jika semua ahli waris anda ada, maka yang berhak untuk mendapatkan warisan hanya: anak, ayah, ibu, janda maupun duda. Adapun seorang terhalang untuk menjadi ahli waris jika putusan hakim yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap, dihukum karena:

• Telah dipersalahkan untuk membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat pewaris.

• Telah juga dipersalahkan dengan cara yang memfitnah mengajukan pengaduan jika pewaris melakukan kejahatan yang kemudian diancam dengan hukuman 5 tahun penjara atau hukuman yang lebih berat.

Besaran Bagian Ahli Waris

Adapun besaran dari masing-masing ahli waris adalah:

• Anak perempuan jika hanya seorang ia mendapat separuh bagian, jika terdapat dua orang atau lebih mereka secara sama-sama mendapat dua pertiga dari bagian, dan jika anak perempuan tersebut dengan bersama-sama dengan anak laki-laki, maka bagian dari anak laki-laki itu adalah dua berbanding satu dengan anak perempuan.

• Ayah akan mendapat sepertiga bagian jika pewaris tersebut tidak meninggalkan anak, jika ada anak, maka ayah mendapat seperenam bagian.

• Ibu akan mendapat seperenam bagian jika terdapat anak atau dua saudara atau lebih. Jika tidak terdapat anak atau dua orang saudara atau lebih, maka dia akan mendapat sepertiga bagian.

• Ibu nanti akan mendapat sepertiga bagian dari sisa setelah diambil oleh janda atau duda jika bersamaan dengan sang ayah.

• Duda akan mendapat separuh bagian jika pewaris tersebut tidak meninggalkan anak, dan jika pewaris tersebut meninggalkan anak, maka duda akan mendapat seperempat bagian.

• Janda akan mendapat seperempat bagian jika pewaris tidak meninggalkan anak, dan jika pewaris tersebut meninggalkan anak, maka janda akan mendapat seperdelapan bagian.

• Adapun jika seorang meninggal tanpa ia meninggalkan anak dan ayah, maka saudara laki-laki dan saudara perempuan yang seibu masing-masing akan mendapat seperenam bagian. Jika mereka itu adalah dua orang atau lebih maka mereka bersama-sama mendapat sepertiga bagian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar